Beberapa mitos di sound system

View previous topic View next topic Go down

Beberapa mitos di sound system

Post  Admin on Mon Mar 31, 2008 3:25 pm

Artikel ini mencuplik/quote dari beberapa artikel tentang beberapa mitos di sound system.

Motis .. fakta ... Mitos ... fatka ?!



- Orang tidak puas dengan 90dBA slow response SPL adalah SALAH. 90dBA slow response SPL haruslah target maximum suara yang diperbolehkan !



- Room EQ BUKAn meng-EQ ruangannya.



- Bisakah anda menghasilkan maximum playback level dengan 500Watt amp yang terpasang pada 30Watt speaker tanpa mengeluarkan api?



- "digital speaker" bukanlah digital. Speaker adalah suatu alat/tranducer yang mengubah sinyal elktrik menjadi mekanik (pergerakan driver), dan menjadi energi akustik.



- 70.7 volt system tidak dijalankan dengan 70,7V sinyal.



- 70.7V system tidak dapat di beri 70.7 volt pink noise. 70.7V diukur dengan sine wave namun sinyal 70.7V terlalu tinggi untuk program material



- Lebih baik jangan load 4ohm kebawah untuk amplifier.



- Angka power suatu speaker hampir tidak ada hubungannya dengan angka power rating dari sebuah ampli.



- Sensitifitas speaker tidak diukur dengan 1Watt, tapi dengan 2.83Vrms...



- ampli 500Watt tidak akan memberi 500Watt ke speaker nya.



- Sensitivitas speaker pada 1 meter tdiak selalu diukur pada jarak 1m. Khususnya line array, banyak di ukur lebih dari 1m dan hasilnya dinormalisasikan dengan jarak 1 meter.



- Delay (time delay) tidak mendelay waktu.



- Power Amp bukanlah menguatkan power.



- Sound power level BUKANlah sound pressure level



- Rasio input/output amplifier tidak dapat digunakan untuk menyatakan gain sebuah ampli.



- Desibel sangat dianjurkan untuk menyatakan satuan level dari acoustics dan audio. Kemampuan berhitung desibel sangat dianjurkan untuk orang2 audio.



- Grounding kadang dapat membuat noise/hum tambah parah.



- echo harus dihindari ... betul selama mengganggu.



- line array lebih baik dari speaker biasa .. tidak tentu .. ! sangat tergantung jawabannya.



- menumpuk speaker sendiri akan sama hasilnya dengan membeli satu speeaker line array ... SALAH besar!



- Angka directivity untuk sebuah speaker adalah bergantung pada frekuensinya.



- Time delay dibutuhkan jika image shift terjadi atau terjadi gangguan.



- Adalah salah berpikir bahwa SPL sound system harus lebih keras dari pada suara akustik yang dihailkan dari panggung tersebut.



- Speaker yang dijejer secara tidak sengaja dapat membentuk suatu resultan line array pada frekuensi2 tertentu. Line array yang pendek mempunya radiasi kuat kebelakang speaker! Line array yang terlalu panjang akan mempunyai banyak lobes semakin tingginya frekuensi. Line array membutuhkan engineering yang tepat dengan banyak speaker yang tepat juga.



- Steering line array dengar delay lebih mempunyai banyak keunggulan dibandingkan dengan memiringkan line array secara fisik.



- Speaker yang ditumpuk seperti huruf J, adalah bukan line array biasa.



Dan lain lain, dan lain lain. Masih banyak mitos audio seputar sound system disekitar kita. Moga2 artikel ini menjadi bacaan ringan menarik.

Admin
Admin

Posts: 7
Join date: 2008-03-31

View user profile http://rockstudio.go-board.net

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum